Rabu, 12 Oktober 2016

KARANGAN FIKSI

NAMA                  : MUJIB FATHURRAHMAN
NIM                       :  D1B016056
KELAS                   :  E (Agribisnis)
MATA KULIAH    : BAHASA INDONESIA

KASIH SAYANG SEORANG IBU
            Ali adalah anak semata wayang yang dulunya  adalah seorang yang santun,baik dan ramah. Namun  semenjak Ali  mulai kuliah di salah satu perguruan tinggi  di kota jakarta Ali mulai berubah, ali sudah mulai mengenal pergaulan bebas dan mulai berfoya –foya , bahkan Ali sudah lupa dengan ibunya, tidak memberi  kabar atau menanyakan kabar ibunya, setiap menelpon ibunya Ali hanya minta untuk dikirimkan uang  dan tidak pernah menayakan kabar ibunya. Memang seoarang ibu tidak butuh  dengan perhatian anaknya, tapi setidaknya  sebagai seorang anak cobalah untuk memahami  seorang ibu, dengan memberi  kabar saja  kalau dirinya baik-baik saja itu sudah lebih dari cukup bagi seorang ibu. Hari demi hari minggu demi minggu dan bulan demi bulan terus berlalu  dan ali terus memperlakukan ibunya seperti itu, tanpa menanyakan dan memberiakan kabar kepada ibunya tetapi hanya melapor kalau uangnya sudah habis dan minta dikirimkan lagi. Setiap ditanyakan oleh ibunya uangnya digunakan buat apa saja ali hanya menjawab dengan nada membentak  kalau uangnya digunakan untuk beli buku inilah,itulah, bayar inilah, itulah dan seketika itupun  ibunya  tersentak dengan mengelus dada dengan hanya  menjawab “oh gitu ya nak, ya sudah besok ibu kirim” seketika itu pula ibunya yang hanya seorang janda yang suaminya entah menghilang kemana, dan hanya bekerja sebagai buruh serabutan, dan seketika itu pula ibunya  buru-buru untuk mencarikan pinjaman uang dan akan membayarnya dengan tenaga,  dan mengirimkan uang tersebut  ke anaknya.
             Terkadang seorang anak tidak pernah tahu betapa susahnya orang tua mencari  uang, dan hanya bisa merengek .  memang  orang tua tidak akan menceritakan kesusahan-kesusahan yang dilaluinya hanya untuk membuat anaknya tersenyum, tapi setidaknya balaslah jerih payah orang tua dengan bertingkah laku baik,dan kuliahlah dengan baik, dan menjadi orang sukses agar menjadi kebanggaan orang tua kelak.
            Tidak terasa sudah setahun ali menjalankan kuliahnya dan  lebaran tiba.  bukanya pulang kekampung  untuk merayakan lebaran bersama orang tua,  tetapi ali malah berkata kalau diirinya tidak pulang lebaran , malah  minta kiriman uang lagi kepada ibunya dan menghabiskan uangnya dengan berfoya-foya dan mabuk-mabukan  bersama temanya di  klub malam. Sang ibu mendengar anak semata wayangnya  yang tidak pulang ketika lebaran hanya bisa mengelus dada dan berkata di dalam hati “ya allah tabahkanlah  hambamu ini , mungkin anakku tidak pulang memang karena ada urusan yang lebih penting lagi”.  Begitu pula untuk lebaran yang kedua kalinya ali tetap tidak mau pulang,  dan akhirnya  pada lebaran tahun ketiga ali pualng.  mendengar kabar kalau anaknya akan pulang,  ibunya sangat gembira  dan seraya  berkata di dalam hati “ ya allah terima kasih  engkau telah  kabulkan permintaan hatiku”  pada hari kedatangan ali, ibunya sengaja menunggu di depan rumah, tetapi hal yang sangat tidak diduga oleh ibunya, ali datang bukanya menyalam ibunya tetapi malah langsung berlari kekamarnya dan langsung tidur. Melihat tinggkah laku anaknya yang seperti itu, ibunya kembali mengelus dada dan berkata di dalam hati “ ya allah tabahkan hati hambamu ini, mungkin anakku memang  terlau lelah sehingga tidak menyalamku lagi”. Hari pertama  di rumahnya, ali bukanya di menghabiskan waktumya  bersama ibunya yg sudah tiga tahun tidak bertemu, ali malah pergi jalan-jalan bersama temanya. Hati ibu kian teriris melihat tingkah anaknya seperti itu, tapi tetap mencoba sabar. Dan sore pun datang, ternyata ibunya mempunyai firasat lain, entah mengapa tiba-tiba ibunya terfikir ingin menulis wasiat dan di tulisnya di sebuah kertas kecil yang berbunyi “ ibu sangat menyayangimu nak, jika ibu sudah tidak ada nanti tolong rubahlah sikapmu nak, jangan lupa sholat ya” dan di taruhnya di sebelah sajadahnya, stelah itu ibunya berwudhu lalu sholat, tanpa di duga pada sujud terakhir allah melaului malaikat izrail mencabut ruh ibunya.  hari pun mulai gelap dan ali pulang, betapa terkejutnya ali melihat ibunya yang sudah kaku dan membaca surat wasiatnya, seketika itu pula darah ani mengalir cepat dan berteriak sambil menangis histeris seraya memeluk ibunya dan berkata “ jangan pergi ibu, anakmu ini sangat durhaka terhadap ibu, anakmu ini  belum bisa membahagiakan ibu”
            Tapi apalah daya, yang sudah pergi tidak akan pernah kembali, satu –satunya cara yang bisa untuk menebus kesalahan diri adalah dengan cara, merubah diri menjadi lebih baik lagi, dan menjadi anak yang soleh dan berdo’a kepada allah agar dipertemukan kembali di surganya kelak

1 komentar:

  1. sarat akan pesan moral, tinggal gaya penyampaian yang terlalu panjang tiap penggalan kalimat-kaliamat per paragraf. sejauh ini tulisan mujib sudah bagus

    BalasHapus