MAKALAH KETERAMPILAN MEMBACA
DOSEN PENGAMPU:
SIHNTA ANGGREANY, SP, M.SI
DI SUSUN OLEH:
MUJIB FATHUR RAHMAN
(D1B016056)
FAKULTAS PERTANIAN
AGRIBISNIS
UNIVERSITAS JAMBI
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah swt atas segala limpahan Rahmat,Inayah,Taufik dan
Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini yang
berjudul “MEMBACA”Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena
pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu,kami harapkan kepada
para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan
makalah ini.
Dalam
menyelesaikan makalah ini penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak
yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Akhirnya
penulis berharap semoga Allah swt memberikan imbalan yang setimpal pada mereka
yang telah memberikan bantuan dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai
ibadah,Amin Yaa Rabbal Alamin.Demikianlah semoga makalah ini bermanfaat bagi
kita khususnya dan pembaca umumnya. Amiin.
Jambi,
oktober 2016
Mujib
Fathurrahman
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR
BELAKANG
Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan
informasi dari sesuatu yang ditulis. Membaca melibatkan pengenalan simbol yang
menyusun sebuah bahasa. Membaca dan mendengar adalah 2 cara
paling umum untuk mendapatkan informasi. Informasi yang didapat dari
membaca dapat termasuk hiburan, khususnya saat membaca cerita fiksi atau humor.
Sebagian besar
kegiatan membaca dilakukan dari kertas.Batu atau kapur di sebuah papan
tulis bisa juga dibaca. Membaca dapat menjadi sesuatu yang dilakukan
sendiri maupun dibaca keras-keras. Hal ini dapat menguntungkan pendengar lain,
yang juga bisa membangun konsentrasi kitasendiri.
Membaca merupakan
kegiatan menerima akan tetapi, untuk mendapatkan pemahaman yang baik dan
menyeluruh, kita tidak melakukannya dengan berpasrah diri. Untuk
memperoleh itu, kita secara aktif bekerja mengolah teks bacaan
menjadi bahan yang bermakna. Bagaimana kita bisa memperoleh makna yang
terkandung jika hanya diam, sementara teks bacaan adalah benda mati
? jadi, kitalah yang sebenarnya aktif.
Bahkan bukan hanya
pemahaman yang di tuntut dalam membaca,melainkan juga penggolahan bahan
bacaan secara kritis dan kreatif. Membaca bukan hanya proses mengingat,
melainkan juga proses kerja mental yangmelibatkan Aspek-Aspek berpikir kritis
dan kreatif seperti yang telah disinggung di atas tadi. Atau lebih berarti
bila ia mampu menerapkanya dalamkehidupan secara nyata.
Membaca sangat
berpengaruh basar pada kehidupan sehari-hari, itulah makanya seseorang yang
pengetahuannya luas dan Aktual selalu membaca ,mambaca, dan membaca terus.
1.2 RUMUSAN MASALAH
·
Apakah yang di maksud dengan membaca?
·
Apakah tujuan membaca?
·
Apa saja jenis-jenis membaca?
·
Apa saja fungsi membaca?
1.3 TUJUAN
· Untuk mengetahui hakikat membaca.
· Untuk mengetahui tujuan membaca.
· Untuk mengetahui fungsi membaca.
· Untuk mengetahui jenis-jenis membaca.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 DEFINISI
MEMBACA
Membaca
adalah salah satu keterampilan berbahasa. Membaca merupakan kegiatan memahami
teks bacaan dengan tujuan untuk memperoleh informasi dari teks yang kita baca.
Pada
saat membaca, biasanya dalam teks bacaan yang kita baca terkandung makna yang
tersirat (makna yang tersembunyi) dan tersurat (makna yang tertulis). Oleh
karena itu, kita membaca secara intensif untuk menemukan makna dan mencari
ide/pokok permasalahan.
Membaca
intensif juga berfungsi untuk mengetahui lebih banyak tentang bacaan. Misalnya,
tentang penulisannya atau permasalahan yang dibacarakan mulai dari awal masalah
sampai pemecahan masalah atau akhir berita. Pahami isinya, jangan ada yang
terlewatkan.
Pengertian Membaca Menurut Para Ahli
1.
Pengertian
membaca menurut Kholid A. H dan Lilis S (1997: 140),
Membaca adalah mengemukakan atau membunyikan rangkaian
lambang – lambang bahan tulis yang dilihatnya dari huruf menjadi kata, kemudian
menjadi frasa, kalimat dan seterusnya.
2.
Pengertian
membaca menurut Tampubolon (1990: 5),
membaca adalah suatu
cara untuk membina daya nalar. Dengan kebiasaan membaca daya nalar siswa
menjadi lebih terbina. Kita dapat membaca tanpa menggerakkan mata atau tanpa
menggerakkan telunjuk untuk membaca.
3.
Pengertian
membaca menurut Samsu Somadayo (2011: 4)
mengungkapkan bahwa membaca adalah suatu kegiatan interaktif
untuk memetik serta memahami arti yang terkandung di dalam bahan tulis.
4.
Pengertian
membaca menurut Artanto (2009)
Membaca merupakan aktivitas pencarian informasi melalui
lambang-lambang tertulis kemudian menalarkannya.
5.
Pengertian
membaca menurut Miles A Tingker dan Contasc,
Membaca adalah melibatkan proses identifikasi dan proses
mengingat suatu bahan bacaan yang disajikan sebagai rangsangan untuk membangkitkan
pengalaman dan membentuk pengertian baru melalui konsep-konsep yang relevan
yang telah dimiliki oleh pembaca.
6.
Pengertian
membaca menurut Hodgson sebagaimana yang dikutip oleh Tarigan (2008: 7),
membaca adalah proses yang dilakukan dan dipergunakan oleh pembaca untuk
memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata
atau bahasa tulis.
7.
Pengertian
membaca menurut Harjasujana dan Mulyati (1997: 5)
mengemukakan bahwa membaca merupakan kemampuan yang
kompleks. Membaca bukanlah kegiatan memandangi lambang-lambang tertulis
semata-mata. Bermacam-macam kemampuan perlu dikerahkan oleh seorang pembaca
agar dia mampu memahami materi yang dibacanya. Pembaca harus berupaya agar
lambang-lambang yang dilihatnya menjadi lambang-lambang yang bermakna baginya.
8.
Pengertian membaca menurut Anderson dalam
Tarigan (2008: 7) mengemukakan bahwa membaca adalah proses dekoding (decoding).
Artinya, suatu kegiatan untuk memecahkan lambang-lambang verbal. Proses
dekoding atau pembacaan sandi dapat diartikan pula sebagai proses menghubungkan
kata-kata tulis (written word) dengan bahasa lisan (oral language meaning) yang
mencakup pengubahan tulisan/cetakan menjadi bunyi yang bermakna.
9.
Pengertian membaca menurut Soedarso (2006: 4)
membaca adalah aktivitas yang kompleks dengan menggerakkan sejumlah besar
tindakan yang terpisah-pisah. Aktivitas yang kompleks dalam membaca meliputi
pengertian dan khayalan, mengamati, serta mengingat-ingat.
10.
Pengertian membaca menurut Kridalaksana dalam
Fajar Rachmawati (2007: 3) bahwa membaca adalah keterampilan mengenal dan
memahami tulisan dalam bentuk urutan lambang–lambang grafis dan perubahannya
menjadi wicara bermakna dalam bentuk pemahaman diam–diam atau pengujaran
keras-keras
11.
Pengertian membaca menurut Nurhadi (Nurhadi,
2008: 13), membaca adalah sebuah proses yang kompleks dan rumit. Kompleks
artinya dalam proses membaca terlibat berbagai faktor internal dan faktor
eksternal membaca. Faktor internal meliputi intelegensi (IQ), minat, sikap,
bakat, motivasi, dan tujuan membaca, sedangkan faktor eksternal meliputi sarana
membaca, teks bacaan, faktor lingkungan atau faktor latar belakang sosial
ekonomi, kebiasaan, dan tradisi membaca. Rumit artinya faktor eksternal dan
internal saling berhubungan membentuk koordinasi yang rumit untuk menunjang
pemahaman bacaan.
12.
Pengertian membaca menurut Farida Rahim (2005:
1), terdapat tiga istilah yang sering digunakan untuk memberikan komponen dasar
dari proses membaca yaitu: recording, decoding, dan meaning. Recording merujuk
pada kata-kata dan kalimat kemudian mengasosiasikannya dengan bunyi-bunyinya
sesuai dengan sistem tulisan yang digunakan. Decoding adalah proses
penerjemahan rangkaian grafis ke dalam kata-kata. Penekanan membaca pada tahap
recording dan decoding merupakan proses perseptual yaitu pengenalan
korespondensi rangkaian huruf dengan bunyi-bunyi bahasa yang sering disebut
dengan istilah membaca permulaan sedangkan meaning lebih ditekankan di kelas
tinggi Sekolah Dasar.
13.
Pengertian membaca menurut Sabarti Akhadiah
dkk (1991: 22) mengungkapkan bahwa membaca merupakan suatu kesatuan kegiatan
seperti mengenali huruf dan kata – kata, menghubungkannya dengan bunyi serta
maknanya, serta menarik kesimpulan mengenai maksud jawaban.
14.
Pengertian membaca menurut Harris dan Sipay
(Zuchdi, 2008: 19), membaca dapat didefinisikan penafsiran yang bermakna
terhadap bahasa tulis. Hakikat kegiatan membaca adalah memperoleh makna yang
tepat. Pengenalan kata dianggap sebagai prasyarat yang diperlukan bagi
komprehensi bacaan, tetapi pengenalan kata tanpa komprehensi sangat kecil
nilainya.
15.
Pengertian membaca menurut Nuriadi (2008: 29),
membaca adalah proses yang melibatkan aktivitas fisik dan mental. Salah satu
aktivitas fisik dalam membaca adalah saat pembaca menggerakkan mata sepanjang
baris-baris tulisan dalam sebuah teks bacaan. Membaca melibatkan aktivitas
mental yang dapat menjamin pemerolehan pemahaman menjadi maksimal. Membaca
bukan hanya sekadar menggerakkan bola mata dari margin kiri ke kanan tetapi
jauh dari itu, yakni aktivitas berpikir untuk memahami tulisan demi tulisan.
16.
Miles
Tinker dan Constance Mc Cullough (Iswara, Prana Dwija dan Harjasujana, Ahmad
Slamet, 1996: 2) memandang bahwa : Membaca sebagai kegiatan yang meliputi
pengenalan lambang-lambang tertulis atau lambang percetak yang berperan sebagai
stimuli untuk mengingat makna yang dibangun berdasar pada pengalaman yang lalu
dan penyusunan makna-makna baru dengan jalan memanipulasi konsep-konsep yang
telah dimiliki oleh pembaca.
17.
Membaca
adalah kegiatan merespon lambang-lambang cetak atau lambang-lambang tulis
dengan pengertian yang tepat (Harjasujana & Maryati).
18.
Membaca adalah suatu kegiatan berbaha untuk
memahami lambang-lambang bunyi bahasa yang tertulis baik bersuaar ataupun tidak
dalam memahami informasi-informasi yang disajikan (Herususanto).
19.
Membaca
adalah proses psikologis, proses sensorik, proses perseptual, dan proses
perkembangan (Harras dan Sulistianingsih).
20.
Pengertian membaca menurut Schmitt dan Viala
(Madiyant, 1993) Mereka membagi definisi membaca dalam pengertian khusus dan
umum. Membaca dalam arti khusus adalah suatu upaya mengurai teks tulis tetapi
dalam arti yang lebih luas, membaca adalah suatu kegiatan mengobservasi suatu
jaringan tanda sebagaimana karakteristiknya untuk tujuan membongkar maknanya
sehingga wajar apabila kegiatan ini meluas menjadi membaca suatu gambar,
lukisan, grafik dan sebagainya.
2.2 TUJUAN MEMBACA
Kegiatan
membaca yang dilakukan oleh seseorang tentu memiliki tujuan tertentu. Namun
pada dasarnya membaca memiliki dua tujuan. Yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.
Tujuan umum membaca adalah untuk mencari dan mendapatkan informasi dari sumber
yang dibaca
secara khusus Tarigan (2008:7)
mengemukakan bahwa membaca memiliki beberapa tujuan sebagai berikut:
1. Membaca untuk
menemukan atau mengetahui penemuan-penemuan yang telah dilakukan oleh para
penemu. Membaca seperti ini disebut membaca untuk memperoleh perincian atau
fakta (reading for details or facts).
2. Membaca untuk
mengetahui mengapa hal tersebut merupakan topic yang baik atau menarik. Membaca
seperti ini disebut membaca untuk memperoleh ide-ide utama (reading for mains
ideas).
3. Membaca untuk
mengetahui apa yang terjadi pada setiap bagian cerita. Membaca seperti ini
disebut membaca untuk mengetahui urutan atau susunan (reading for sequence or
organization).
4 .Membaca untuk
mengetahui serta menemukan mengapa para tokoh merasakan. Membaca seperti ini disebut
membaca untuk menyimpulkan, membaca inferensi (reading for inferensi).
5. Membaca untuk
mengetahui dan menemukan apa-apa yang tidak bisa atau tidak wajar mengenai
seorang tokoh. Membaca seperti ini disebut membaca untuk mengelompokkan
(reading for classify).
6. Membaca untuk
mencari atau menemukan apakah tokoh berhasil atau hidup dengan ukuran-ukuran
tertentu. Membaca seperti ini disebut membaca untuk menilai (reading tu
evaluate).
7. Membaca untuk
menemukan bagaimana caranya tokoh berubah. Membaca seperti ini disebut membaca
untuk membandingkan atau mempertentangkan (reading for compare or contrasts).
2.3 JENIS-JENIS MEMBACA
A. Membaca cepat
Teknik
membaca cepat dapat digunakan sebagai salah satu cara belajar efektif. Membaca
cepat merupakan teknik membaca dengan memindahkan padangan mata secara cepat,
kata demi kata, frase demi frase, atau baris demi baris. Teknik membaca cepat
bertujuan agar pembaca dapat memahami bacaan dengan cepat. Cara membaca cepat:
1. Konsentrasi saat membaca.
2. Menghilangkan kebiasaan membaca dengan
bersuara dan bibir bergerak.
3. Perluas jangkauan mata ketika membaca.
4. Tidak mengulang-ulang bacaan.
Dalam teknik membaca cepat, digunakan rumus
untuk menghitung kecepatan membaca. Rumus tersebut adalah:
KB : Jumlah kata dalam bacaan x
100%
Waktu yang ditempuh
Keterangan:
KB = Kecepatan Membaca
B. Membaca
Sekilas
Membaca
sekilas (skimming) biasa dilakukan ketika membaca koran atau
bacaan-bacaan ringan lainnya. Teknik membaca ini dilakukan dengan tujuan agar
dapat menemukan infromasi yang diperlukan. Ketika membaca koran, tidak semua
informasi dalam koran perlu dibaca, hanya hal-hal yang dianggap penting sudah
mewakili informasi yang ingin diketahui.
Membaca sekilas adalah teknik membaca yang
dilakukan sekilas pada bagian-bagian teks, terutama judul, daftar isi, kata
pengantar. indeks atau hal umum lainnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
membaca sekilas adalah sebagai berikut:
1. jika membaca koran, bacalah setiap judul
bacaan dalam koran tersebut,
2. baca garis besar bacaan atau kepala berita
yang terdapat pada koran tersebut, dan
3. jika telah telah menemukan bacaan yang
diinginkan, mulai untuk membacanya.
C. Membaca Memindai
Membaca
memindai disebut juga membaca scanning, yaitu teknik membaca yang
digunakan untuk mendapatkan informasi tanpa membaca yang lain. Melainkan
langsung pada masalah yang diperlukan. Teknik membaca memindai, biasanya
dilakukan ketika mencari nomor telepon, mencari arti kata atau istilah di
kamus, dan mencari informasi di ensiklopedia.
D. Membaca Intensif
Membaca
intensif adalah teknik membaca yan dapat diterapkan dalam upaya mencari
informasi yang bersifat detail. Membaca intensif juga dapat diterapkan untuk
mencari informasi sebagai bahan diskusi. Membaca intensif, disebut juga membaca
secara cermat. Membaca dengan cermat akan memperoleh sebuah pokok persoalan
atau perihal menarik dari suatu teks bacaan untuk dijadikan bahan diskusi.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membaca
intensif adalah sebagai berikut:
1. membaca dengan jeli sehingga dapat
menentukan hal yang paling menarik dari hal-hal lain,
2. mempertimbangkan kemampuan diri dal
kemampuan teman diskusi berkenaan dengan kemampuan diri menguasai atau memahami
perihal yang akan didiskusikan, dan
3. mempertimbangkan referensi yang dimiliki
oleh peserta diskusi terkait hal yang akan didiskusikan.
E. Membaca Ekstensif
Membaca
ekstensif adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan cara tidak begitu
detail. Kegiatan membaca ekstensif ditujukan untuk mendapatkan informasi yang
bersifat pokok-pokok penting dan bukan hal yang sifatnya terperinci.
Berdasarkan informasi pokok tersebut, kita sudah dapat melihat atau menarik
kesimpulan mengenai pokok bahasan atau masalah utama yang dibicarakan. Membaca
ekstensif dapat digunakan ketika membaca beberapa teks yang memiliki masalah
utama sama. Kita dapat menarik kesimpulan mengenai teks yang memiliki masalah
utama yang sama, meskipun pembahasan detailnya berbeda.
Hal-hal yang harus diperhatikan ketika membaca
ekstensif dua teks:
1. membaca kedua teks secara keseluruhan,
sehingga mendapatkan pemahaman terhadap kedua isi teks,
2. memahami pokok-pokok penting yang
disampaikan dalam masing-masing teks,
3. membandingkan kedua teks, sehingga
memperoleh gambaran adanya persamaan dan perbedaannya, dan
4. menarik kesimpulan mengenai masalah utama
kedua teks.
2.4 FUNGSI MEMBACA
1. Fungsi intelektual
Dengan banyak membaca kita dapat
meningkatkan kadar intelektualitas, membina daya nalar kita. Contoh : membaca
buku-buku pelajaran, karya-karya ilmiah, laporan penelitian, skripsi, tesis,
disertasi, dll. (Amir, 1996:4)
2. Fungsi Pemacu
Kreatifitas
Hasil membaca kita dapat mendorong,
menggerakkan diri kita untuk berkarya, didukung oleh keluasan wawasan dan
pemilihan kosa kata. Contoh : buku ilmiah, bacaan sastra, dan lain-lain.
3. Fungsi Praktis
Kegiatan membaca dilaksanakan untuk
memperoleh pengetahuan praktis dalam kehidupan, misal: teknik memotret, teknik
memelihara ikan lele, resep membuat minuman dan makanan, cara merawat tanaman,
dll.
4. Fungsi
Religious
Membaca dapat digunakan untuk membina
dan meningkatkan keimanan, memperluas budi, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
5. Fungsi
Informatif
Dengan banyak membaca bacaan, informasi
lebih cepat kita dapatkan. Contoh: dengan membaca majalah dan Koran dapat kita
peroleh berbagai informasi yang sangat penting atau kita perlukan dalam
kehidupan sehari-hari.
6. Fungsi Rekreatif
Membaca digunakan sebagai upaya
menghibur hati, mengadakan tamasya yang mengasyikkan. Contoh: bacaan-bacaan
ringan, novel-novel, cerita humor, fariabel karya sastra, dll.
7. Fungsi Sosial
Kegiatan membaca mempunyai fungsi
social yang tinggi manakala dilaksanakan secara lisan atau nyaring. Dengan
demikian kegiatan membaca tersebut langsung dapat dimanfaatkan oleh orang lain
mengarahkan sikap berucap, berbuat dan berpikir. Contoh: pembacaan berita,
karya sastra, pengumuman, dll.
8. Fungsi
Pembunuh Sepi
Kegiatan membaca dapat juga dilakukan
untuk sekedar merintang-rintang waktu, mengisi waktu luang. Contoh: membaca
majalah, surat kabar, dll. (Amir, 1996:5).
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Membaca
merupakan kegiatan memahami teks bacaan dengan tujuan untuk memperoleh
informasi dari teks yang kita baca.
Jenis membaca berdasarkan cara membaca dibedakan menjadi
lima yaitu: membaca cepat, membaca
sekilas, membaca memindai, membaca intensif, membaca ekstensif.
3.2 SARAN
Untuk lebih memahami semua tentang
membaca, disarankan para pembaca mencari referensi lain yang berkaitan dengan
materi pada makalah ini. Selain itu, diharapkan para pembaca setelah membaca
makalah ini mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari – hari.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.medrec07.com/2015/03/pengertian-dan-definisi-membaca.html
